Lagi dan Lagi Wabup Karawang Jeruk makan Jeruk




JK- Festivale Goyang Karawang yang merupakan bagian dari rangkaian perayaan hari jadi Kabupaten Karawang, sejak awal perencanaan sampai pelaksanaannya, terus menuai pro dan kontra dari kalangan masyarakat Karawang.

Bahkan di luar dugaan, respon kontra datang dari Wakil Bupati Karawang di hari pertama di gelarnya acara Festivale Goyang Karawang yang konon katanya memakan biaya yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Karawang, lebih kurang Rp 2 miliar.

Ada beberapa poin yang menjadi sorotan Wabup Karawang, sehingga mendapat perhatian publik soal sikap kontra Wabup tersebut, dan yang paling banyak di respon oleh masyarakat, adalah terkait biaya yang di anggap menghambur - hamburkan uang Negara, dan soal tema Goyang Karawang, karena di anggap bukan budaya Karawang.

Menyikapi sikap kontra sekaligus kritik Wabup yang di ungkapkan di jejaring sosial Facebook tersebut. Ketua Markas Cabang Laskar Merah Putih (Marcab LMP) Karawang, H. Awandi Siroj Suwandi dengan senyum khasnya mengatakan. "Lagi dan lagi, Wabup Karawang ini jeruk makan jeruk. Di bilang nyentrik, ini bukan nyentrik. Tapi memalukan, kenapa saya katakan memalukan? Tidak sepantasnya seorang Wabup mengkoreksi, mengkritik dan mempertontonkan sikap kontranya terhadap program Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang di ruang publik. Seperti tidak ada ruang khusus saja untuk menyampaikan sikapnya.",

"Kan bisa dia menyampaikan sikap kontranya secara tertutup. Toh leading sektor Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang melaksanakan acara tersebut merupakan anak buahnya sendiri. Kalau soal anggaran, kan tinggal bicara saja dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Karawang. Tidak perlu koar - koar di jejaring sosial.",

"Lalu soal apa kah Goyang Karawang budaya Karawang atau bukan? Itu kan tergantung sudut pandang saja. Jika berpikir positif, kita husnudzhon saja. Ini hanya persoalan penamaan atau tema saja, yang di tampilkan tetap saja sebuah kesenian ketuk tilu atau jaipongan, yang merupakan kesenian khas Karawang.",

"Jadi, semakin kesini kok sikapnya semakin aneh saja? Soal sikapnya yang seperti ini, bukan hanya dalam persoalan event Goyang Karawang saja, tapi sudah berulang kali di lakukan.",

"Sikap yang di pertontonkannya ke publik, bukan sikap seorang Eksekutif, melainkan sikap seorang Legislatif, atau sikap seorang aktivis. Kalau mau seperti itu terus, sekalian saja mundur dari jabatan Wabupnya dan buat saja LSM atau Ormas seperti saya.",

"Atas sikapnya yang selalu mempertontonkan hal seperti ini, seolah sedang memperjelas kepada masyarakat, bahwasanya memang terjadi disharmonisasi dengan Bupati dan jajaran OPD yang merupakan anak buahnya sendiri. Apa lagi sikap ini di pertontonkan menjelang Tahun politik, dan sikap seperti itu tidak menguntungkan bagi dirinya sendiri. Karena saya pantau, sebagian besar netizen yang komentar malah nyinyir.",(opik)

Tidak ada komentar